Menjadi mahasiswa, Impian menjadi seorang finalis dalam lomba karya tulis ilmiah itu pasti sangat antusias. Hingga berkali-kali mengikuti perlombaan karya tulis, namun belum memberikan hasil yang baik. Memang sebagai pemula ada beberapa hal yang sekiranya hasil yang kita buat belum baik dari mulai penulisan, ide yang pas-pasan, kurang menarik judulnya. Pokoknya keganjalan dalam hal memulai pembuatan karya tulis ilmiah itu akan kita alami. Lebih lagi ketika dalam satu tim ada masalah dengan anggotanya yang awalnya diberi tugas hingga deadline tidak ada progress atau informasi yang jelas mengenai tugas yang diberikan. Alhalsil sebagai ketua tidak lain harus bisa mem-back up semua tugas dari mulai mengurus pendaftaran, pembayaran hingga pengiriman. Kemudian dalam hal menyamakan visi pun satu sama lainĀ harus saling berkomunikasi dengan baik, agar kedepannya hasil yang didapat dapat membuahkan hasil yang baik.
Seketika masih banyak waktu, setiap tim kadang lebih suka menunda-nunda untuk mengerjakan menyangkut deadline proposal ilmiah yang masih lama. Barulah ketika deadline sudah mepet atau dekat, proposal baru mau dikerjakan. Itu pun kalau anggotanya dalam keadaan tidak punya pipiran banyak atau kesibukan banyak. Ketua lagi-lagi harus turun untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. Itu masih lumayan enak dilihatnya, dibanding dengan deadline proposal yang masih lama kemudian anggotanya sudah diingatkan untuk dikerjakan sesuai tugas masing-masing. Hingga hari terakhir tidak dikerjakan tugasnya menjadikan suatu hal yang bukan marah lagi bahkan kedepan ingin tidak akan ikut lomba bersamanya lagi. Tapi bagi ketua yang berhati mulia dia akan bertindak untuk tetap bersabar dan mau berusaha untuk menyelesaikan dan memahami akan kondisi temannya. Ketua dengan sikap seperti itu karena belajar dari pengalaman lomba yang sering diikutkan. Dimanapun memang perlu berpegang kata semangat dan berdoa pada allah semoga tugas yang belum diselesaikam bisa terselesaikan secepatnya.
Membuat sebuah karya tulis ilmiah tidak sekedar kita mengerjakan kemudian dikumpulkan. Meminta Koreksi proposal lewat anggota tim kita itu juga sangan penting dan perlukan. Tapi bagaimana dengan anggota kalian ketika menanggapi akan perintah hal ini justru lebih respon meneliti hal tulisan yang salah kemudian diserahkan lagi atau bahkan hanya dilihat filenya tanpa membukannya apalagi untuk dibaca. Sepintar-pintarnya ketua adalah bagaimana dia mengkordinasikan dan mengkondisikan anggota timnya agar suatu kesepakatan yang dijanjikan dapat terselesaikan dengan baik. Miss Comunication atau ketidakdapatan informasi pun kadang bisa terjadi baik itu masalah informasi lewat sms yang tidak masuk ataupun
Inilah hal pertama kali saya mendapatkan penghormatan sebagai finalis ICON FE UNY 2014. Sungguh tidak terpikirkan dapat lolos 15 besar dengan jumlah pendaftar lebih dari 80 proposal. Padahal proposal yang saya buat masih jauh dari bagus.
Tags: finalis, ICON, INNOVATION CONTEST, UGM, UNY

Leave a Reply