6 Nov 2015

PENGABDIAN MASYARAKAT “Kompos Penghubung Peternakan dan Pertanian” CARAVAN MOUNTAINEERING CLUB 2013

Author: ridwan12 | Filed under: Organisasi, Semua

Caravan Mountaineering Club (CMC) merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di lingkungan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada yang bergerak di bidang kepencintaalaman. Kecintaan terhadap alam merupakan panggilan hati nurani setiap manusia yang perlu terus dijaga dan dibina, sehingga akan membentuk manusia yang sadar akan tanggung jawabnya terhadap kelestarian alam dan lingkungan sekitarnya. Dengan berbagai kegiatan kepencintaalaman, diharapkan mampu melahirkan insan – insan yang berwawasan kebangsaan yang tinggi, mempunyai rasa solidaritas dan kesetiakawanan sosial yang baik.

Caravan Mountaineering Club merasa ikut berkewajiban untuk berpartisipasi menjaga kelestarian alam ini. Sebagai wujud rasa memiliki dan rasa mencintai itulah kami mahasiswa pecinta alam Fakultas Peternakan UGM, CMC bermaksud mengadakan Pengabdian angkatan Kembent Gunung dan Fatamorgana Gunung. Pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Kesemuanya diadakan dalam rangka menumbuhkan rasa mencintai alam dikalangan masyarakat dan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan kepada manusia yang berupa bentang alam raya ini, maka kami bermaksud untuk menjaga, melestarikan, mempelajari dan menikmati kelestarian lingkungan dengan salah satu kegiatan kami yaitu Pengabdian angkatan Kembent Gunung dan Fatamorgana Gunung CMC 2013.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Rejodani I, Sariharjo Kecamatan Ngaglik Kab. Sleman, mulai tanggal 11 sampai 13, Juli 2013 dan pendampingan 28 juli, 04, 11, 14, dan 18 Agustus 2013. Kegiatannya antara lain : Motivasi, Sosialisasi dan Diskusi Warga, Pembuatan Pupuk Kompos, Malam Puncak dan Pendampingan.

Pelaksanaan pemberian motivasi kepada kelompok ternak dilakukan pada hari Kamis, 11 Juli 2013 pukul 16.00-18.00 WIB dengan pembicara dosen fakultas peternakan UGM. Motivasi bertujuan untuk membangun wawasan dan mengubah cara pandang maupun pola pikir masyarakat, mengenai pentingnya kompos yang sudah diolah karena memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan kompos yang hanya berasal dari kotoran murni.

Pemberian materi ruang tentang pengomposan kotoran ternak dengan pembicara bapak Trisnanto Widyantoro, S.Pt. Pembuatan kompos bertujuan untuk memanfaatkan limbah peternakan. Harapannya peternak terbiasa memanfaatkan limbah peternakan untuk menambah pendapatannya. Pembuatan kompos ini diharapkan berjalan memenuhi standar agar kompos yang dihasilkan berkualitas baik.

Materi ruang dapat dilakukan pada hari jumat, 12 juli 2013 pada pukul 15.30 WIB tidak ada penyesuaian jadwal dengan anggota kelompok ternak, angota kelompok ternak dapat menghadiri materi ruang pada pukul 15.30 karena sebagian besar peternak disana memiliki kesibukan masing-masing. Materi ruang selesai pada pukul 18.00 WIB.

Pada hari sabtu, 13 juli 2013 dilakukan peraktek pembuatan kompos yang dimulai pukul 14.30 WIB, pembuatan kompos dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat CMC dan angota kelompok ternak dengan di dampingi oleh pemateri yaitu bapak Trisnanto Widyantoro, S.Pt. sampai selesai pada pukul 17.30 WIB. Keterlambatan waktu ini disebabkan tidak adanya penyamaan jadwal dengan para anggota kelompok ternak Manunggal Karso, karena sebagian angota memiliki lahan pertanian dan ada juga yang mencari rumput.

Alat yang dibutuhkan dalam pembuatan kompos adalah cangkul, ember, terpal atau karung bekas, dan gembor (alat untuk menyiram tanaman). Bahan yang dibutuhkan adalah pupuk kandang kering, pupuk dolomit, pupuk kimia TSP, cairan mikrobia (EM4), tetes tebu, daun-daun kering atau legum hijau, dan abu merapi.

Cara pembuatan pupuk kompos ialah sebagai berikut, pertama-tama menyiapkan cairan mikrobia. Cairan mikrobia dibuat dengan mencampurkan molases, EM4, dan air di dalam ember. Takaran perbandingannya ialah satu tutup botol molases dan satu tutup botol EM4 untuk satu liter air. Campuran tadi diaduk, ditutup, lalu didiamkan kurang lebih setengah jam.

Setelah dua hari langkah selanjutnya pupuk kandang kering ditimbun setinggi 30 cm dengan panjang dan lebar menyesuaikan kondisi tempat, kemudian ditaburkan pupuk dolomit, pupuk kimia TSP, daun legum, dan abu merapi secara merata, terakhir cairan mikrobia disiramkan sampai bahan-bahan tersebut lembab. Ulangi langkah tersebut sekali lagi hingga terbentuk beberapa lapisan, kemudian lapisan paling atas ditumpuk dengan pupuk kandang. Lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar dibawah.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Skema pembuatan pupuk kompos

Kesalahan yang terjadi adalah ada cairan mikrobia yang dibuat langsung saat acara dimulai dikarnakan kehabisan bahan sehingga hasil yang didapatkan tidak optimal seluruhnya. Seharusnya didiamkan dulu minimal selama setengah jam, untuk optimalnya didiamkan selama 2 hari.

Setelah itu diadakan diskusi dengan Anggota kelompok. Acara diskusi ini berjalan dengan baik, Anggota kelompok ternak manunggal karso sangat antusias sekali dalam pembuatan kompos, hal ini terlihat pada saat dilakukannya diskusi, tanya jawab dan pada saat pembuatan kompos. Hampir semua anggota kelompok ternak manunggal karso mengeluarkan ide-ide dan pertanyaan pertanyaan tentang pembuatan kompos ini.

Diskusi warga bertujuan untuk menjalin relasi dan komunikasi antara peternak dan mahasiswa. Harapannya peternak bisa berhubungan lebih lanjut mengenai kendala tentang peternakannya dan tercipta kerjasama. Diskusi warga dilakukan setelah diadakannya pemberian motivasi, materi ruang, pada saat peraktek pembuatan kompos.

Pelaksanaan acara malam puncak dilakukan pada hari sabtu, 13 juli 2013 dimulai pada pukul 21.00, acara malam puncak ini dihadiri banyak angota kelompok ternak manunggal karso dan angota CMC, Malam puncak diadakan dengan tujuan untuk mengakrabkan panitia dengan semua warga setempat sehingga terjaga tali silaturahmi yang baik.

Pada malam puncak ini diisi dengan acara penayangan dokumentasi selama kegiatan, penyerahan kenang kenangan untuk kelompok ternak manunggal karso dari tim pengabdian CMC, berbincang bincang dengan semua yang ada lokasi, dan bermain kartu bersama beberapa angota kelompok ternak manungal karso, pelaksanaan malam puncak dilakukan ditempat berkumpul angota kelompok ternak manunggal karso, malam puncak ini selesai pada pukul 03.00 WIB.

Kegiatan selanjutnya adalah Pendampingan. Pendampingan dilakukan setiap semingu sekali sampai kompos yang di buat benar benar jadi dan sudah dapat langsung gunakan di lahan perkebunan maupun di jual untuk dana tambahan kelompok ternak. Pendampingan dilakukan untuk membantu kelompok ternak membalikan kompos dan cara-cara mengetahui apakah pembuatan kompos tersebut berjalan dengan baik atau tidak. Waktu pendampingan adalah Minggu, 28 Juli 2013 pukul 08.00 sampai selesai, Minggu, 04 Agustus 2013 pukul 08.00 sampai selesai. Minggu, 11 Agustus 2013 pukul 08.00 sampai selesai, Rabu, 14 Agustus 2013 pukul 08.00 sampai selesai, Minggu, 18 Agustus 2013 pukul 08.00 sampai selesai.

Pendampingan berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan, setiap diakhir acara pendampingan diadakan diskusi bersama angota kelompok ternak. Pendampingan dilakukan oleh tim anggota pengabdian CMC dengan jadwal bergiliran. Hanya saja tidak dilakukan serentak oleh semua anggota pengabdian karena memiliki kesibukan masing-masing, dan kepentingan masing masing. Seharusnya Pendampingan dilakukan oleh semua angota tim pengabdian tidak dilakukan bergiliran, agar anggota tim pengabdian bisa lebih mengetahui perkembangan terbentuknya dan proses pengomposannya.

 

 

 

 

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply